SELAMAT DATANG .. di blog goendurance Endurance Riding is Sport and Fun ....

Jangan pernah melarikan diri, jangan pernah letih dan jangan pernah putus asa. . . . (Winston Churchill)

"You're alive. Do something. The directive in life, the moral imperative was so uncomplicated. It could be expressed in single words, not complete sentences. It sounded like this: Look. Listen. Choose. Act."
- Barbara Hall -

15 November, 2015

Pordasi sebagai Federasi Nasional Equestrian

Putusan CAS (court of Arbitration for Sports), yang memenangkan tuntutan Pordasi sebagai federasi nasional dari disiplin olahraga equestrian di Indonesia, Juni lalu, kini sudah bisa tereksekusi.
Keputusan badan arbitrase  olahraga di Swiss itu sudah ditindaklanjuti  FEI (Federation Equestre Internationale) dengan mengembalikan hak Pordasi sebagai anggota FEI.
ebagaimana didalam website resmi FEI melalui www.fei.org telah dicantumkan nama PORDASI sebagai National Federation yang membina equestrian di Indonesia dan bergabung di grup VIII bersama Australia, China dan negara Asean lainnya.
 
Kepengurusan Pordasi yang dipimpin Eddy Saddak, berharap putusan CAS serta FEI itu segera ditindaklanjuti pula oleh KOI dengan mengembalikan hak-hak mereka sebagai pembina equestrian di Tanah Air. 

Kini Pordasi pun sudah mulai memikirkan dan mempersiapkan atlet serta kuda yang akan diturunkan pada berbagai even internasional seperti Olimpiade Brasil 2016, SEA Games 2017 Malaysia dan Asian Games 2018 di Jakarta.

Pada event kedepan Pordasi akan merangkul untuk memaksimalkan semua pihak komunitas equestrian di Indonesia baik sebagai pemilik kuda maupun Rider untuk mengirimkan atlet dan kuda terbaik berdasarkan ranking dan prestasinya ke kejuaraan internasional  melalui seleksi secara Fair dan Adil agar dapat memberikan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di dunia olahraga berkuda internasional.

Harapan dari Pengurus Pordasi dan komunitas equestrian untuk dapat bersatu untuk  membangun kembali kebersamaan yang pernah terjalin dan melupakan perbedaan yang pernah terjadi.

31 Maret, 2015

Yang Tersisa dalam Jabar Open 2015 " Papua Mengejutkan ... "

Jabar Open sebagai seri pertama dari Kejurnas/pra-PON XIX, telah berlangsung dengan sukses, selamat tanpa adanya accident.Seluruh nomor perlombaan tersaji dengan ketat, sangat kompetitif. Demikian disampailkan Jose Rizal Partokusumo, pemilik JN Stud Stable, Sentul. Jose Rizal juga ketua Eqina (Equestrian Indonesia), yang  menginisiasi dan mengorganisir banyak event berkuda ketangkasan.
Merujuk pada Jabar Open yang dilangsungkan Jumat-Minggu (20-22/3) di Denkavkud TNI-AD, Parongpong, Jabar, Jose Rizal menyatakan bahwa baik kelas-kelas khusus untuk pemanasan PON XIX-2016, juga kelas-kelas  terbuka semuanya berlangsung dengan atmosfir persaingan yang ketat.
"Event ini menjadi event pembuka dari kalender kegiatan 2015,  diselengarakan oleh KONI Jabar & PB PON XIX Jabar dengan dukungan PP Pordasi, Eqina, seluruh komunitas equestrian, dan Detasemen Kavaleri Berkuda, Parongpong," urai Jose Rizal. Persaingan pada kelas-kelas yang akan dipertandingkan di  PON XIX-2016, diikuti oleh beberapa provinsi seperti Jabar, DKI Jakarta, Jateng, Jatim, Riau dan Papua. Masih ada beberapa  provinsi lagi seperti Sulut, Sumsel, Sumbar, Kaltim, dan Banten,  yang belum sempat hadir.                               
"Tingkat persaingannya merata, bahkan Provinsi Papua mengejutkan pada disiplin Eventing Individual, mengalahkan atlet-atlet berpengalaman dari DKI, Jabar maupun Jateng & Jatim," terang Jose.

Di antara persaingan antar provinsi, tercermin juga kompetisi antar-atlet  pelatnas dengan non-pelatnas, yang hampir seluruhnya diborong oleh atlet-atlet non-pelatnas. Hal ini sudah beberapa kali terjadi pada beberapa event belakangan ini.

Papua rebut Emas Berkuda Pra PON Jabar

Meskipun olahraga berkuda di Papua masih kurang populer namun pada kejurnas seri I dalam menghadapi PON XIX di Jabar yang dilaksanakan di Denkavkud Parongpong telah memberikan prestasi yang membanggakan melalui keikutsertaan atlit berkuda dengan membela Papua, sebut saja namanya Iwan Saputra. Seorang anggota TNI AD, Prajurit Kepala (Praka) Iwan Saputra tampil stabil dalam tiga hari perburuan gelar di nomor eventing (tri lomba) pada Kejuaraan Equestrian Jabar Open 2015, Jumat-Minggu (20-22/3) di Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) TNI-AD, Parongpong, Lembang.                                                     
Praka Iwan Saputra, yang sehari-harinya bertugas di Denkavkud TNI-AD Balaturangga ini, mampu menunjukkan bahwa ia benar-benar sangat memahami 'ground' atau venue dari trilomba yang dilombakan. Yakni, dressage (tunggang serasi), kemudian 'cross-country', dan terakhir show-jumping atau lompat rintangan.
Jika usai perlombaan dressage di hari pertama ia bercokol di posisi ketujuh, maka pada hari kedua ia menjejak ke posisi dua, dan pada hari ketiga menjadi yang terbaik di jumping sehingga melonjakkan posisinya ke urutan pertama. 
Praka Iwan Saputra yang menunggang kuda Tulis, mencatat waktu terbaik 58.18 dt pada jumping 110 cm, dengan empat pelanggaran. Namun, catatan total penaltinya paling sedikit diantara yang lain, yakni 06.29.                           
Sukses Praka Iwan Saputra menjadi yang terbaik di nomor eventing atau trilomba ini sekaligus memberi kontribusi satu medali emas bagi kontingen Papua yang dibelanya. Selain medali Emas yang diperoleh Papua, masih ada 1 medali perunggu atas nama Audirania Amanda pada nomor Dressage atau tunggang serasi U23 kelompok junior demikian penjelasan Ltn Nunut P sebagai official sekaligus ketua bidang pembinaan prestasi Pengprov. Pordasi Papua.
Sukses pada Seri Kejurnas ini sebagaimana target minimal yang ingin dicapai Pordasi Papua pada PON XIX 2016 di Jabar mendatang. Masih ada seri kejurnas sampai dengan Pra Pon yang akan diikuti atlit-atlit Papua sebagai persiapan menghadapi PON 2016, sambung Nunut. "Kita ingin bahwa atlit Papua mencapai prestasi tertinggi di PON XIX dan mempersiapkan jangka panjang sebagai tuan rumah PON XX di tahun 2020".

16 April, 2014

Mau kemana... , oh Equestrian

   Kepengurusan PSSI beberapa waktu lalu digunjang dengan dualisme kepemimpinan sehingga beberapa pengurus organisasi membuat organisasi tandingan dan saat ini mencoba bersatu lagi.... masa masa itu sudah lewat dengan ditandainya buruknya prestasi sepakbola di tanah air, sepakbola Indonesia mulai bergairah kembali dengan munculnya Timnas U-19 yang menjanjikan prestasi... alhamdullilah... Tapi tak disangka efeknya mulai terasa di cabang olahraga berkuda, terjadi dualisme kepengurusan yang mengurusi olahraga ini, ya... antara yang dinamakan EFI dan Equina, mana yang benar dan mana yang salah... sebagian dari komunitas berkuda ada yang tidak melibatkan kedua organisasi tersebut karena ingin menunjukan kecintaan terhadap olahraga ini... tidak mau dipusingkan dengan urusan organisasi
     Selanjutnya pembentukan organisasi berkuda di daerah menjadi stagnan karena mau ikut yang mana EFI atau EQUINA
Asian Games sebentar lagi akan dihelat, siapa yang berhak ikut dan siapa yang tidak, ada pernyataan bahwa yang ikut event nasional maupun Internasional sesuai mandat KONI harus seijin EFI, bagaimana dengan atlit yang dibawah kepengurusan EQUINA?  padahal atlit Equina lebih banyak dan potensial.... mari renungkan, apa yang semestinya dicari? jawab saya cuma satu yang disebut PRESTASI, saya usul bentuk yang disebut Komunitas Peduli Equestrian atau apalah namanya, tidak memandang EFI atau Equina... buat event sesering mungkin dengan atlit tak terbatas... hehehe ....
Menghadapi event Kartika Equestrian Cup atau dikenal Piala Kasad yang direncanakan dalam waktu dekat akan digelar di Denkavkud Parongpong, sebagai penggemar olahraga berkuda saya mengajak untuk ikut serta tidak memandang dari mana anda datang dan siapa anda... sebagai institusi TNI tentunya selalu mengedepankan netral atau tidak memihak, siapa lagi kalau bukan dari para komunitas equestrian ... Semoga

01 November, 2013

Tips Berkuda jarak jauh endurance

 Sebagai pecinta kuda, kita mungkin berusaha mencari tempat di mana kita masih bisa berkuda atau berhubungan dengan kuda-kuda. Ada banyak tempat berlibur yang menawarkan wisata berkuda. Berlibur di peternakan kuda merupakan cara yang hebat bagi keluarga untuk bisa bersenang-senang, apalagi bisa menunggang. dan medan yang kita hadapi bervariasi. Sebelum berangkat treking, berikut ini beberapa tip yang bermanfaat agar anda merasa aman dan nyaman.

1. Siapkan perlengkapan yang wajib bagi penunggang kuda antara lain upayakan menggunakan Helm, jenis helm berkuda dapat dijumpai dan dijual ditoko yang khususnya menyiapkan perlengkapan kuda, pilih sepatu yang berhak bukan sepatu olahraga/ket/sepatu kanvas.

2. Upayakan anda sudah makan sebelumnya tetapi secukupnya dan jangan lupa sertakan minuman ringan biasanya air putih yang diselipkan dipinggang anda.

3. Kenali kuda yang akan ditunggangi, tanyakan kepada groom/pengurus kuda kebiasaan kuda atau usap-usap tangan anda diwajah atau leher kuda dengan tujuan agar anda dan kuda saling mengenal

4.  Aturlah panjang sanggurdi sehingga bagian bawah sanggurdi mengenai tulang pergelangan kaki anda ketika kaki anda menjuntai dengan longgar, biasanya sama dengan panjang pangkal lengan anda

5.  Memulai dengan melakukan pemanasan manusia dan kuda dimulai dengan berjalan/walk ataupun langkah derap/trot secara berlahan kemudian berhenti periksa kembali tali penguat badan/amben untuk dikencangkan secukupnya setelah itu coba dengan gerakan kuda berlari pelan/galop diakhiri secara perlahan sampai gerakan berjalan

6.  Siap untuk menjelajah, upayakan berangkat sampai selesai dengan berkelompok, dan dalam kelompok tersebut ada yang cukup mahir yang bertindak sebagai leader

7.  Usahakan tali kekang selama perjalanan tetap ketat rasa rasa mulut kuda, jangan dikendorkan untuk mencegah kuda mengalami loss balance
 
8.  Atur waktu beristirahat ditengah perjalanan 

9.  Selesai menunggang jangan lupa melaksanakan pelemasan untuk menghindari badan mengalami kram dan pegal.

Semoga tip ini berguna bagi setiap penunggang kuda terutama pemula dalam menghindari kemungkinan yang berakibat fatal terjadi.

buku tamu


ShoutMix chat widget

I'm Online


WirA30 Music Studio

Raih jutaan rupiah dari bisnis 130 ribu